Senin, 01 April 2019

Kehidupan Setelah Wisuda

1 September 2018, officially graduated from Sebelas Maret University. Artinya sudah enam bulan menyandang gelar sarjana pendidikan, alhamdulillah, praise Allah!
Yang orang-orang tahu, setelah lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana, lalu pasti pertanyaan yang dilontarkan adalah, "Abis lulus, kerja dimana?". Well, that is the point.
Kehidupan setelah menjadi mahasiswa tidak seindah yang aku bayangkan dulu. Sewaktu masih ngerjain skripsi, selalu mikir kalau "Mending lulus cepet, soal kerjaan pasti nanti ada sendiri." Tapi pada kenyataannya sekarang, nope. Semua seperti mimpi, everything seems like unreal. Semua rencana yang sudah disiapkan begitu saja hilang, semua usaha terasa seperti terhempas angin dan terbawa ombak di lautan luas.
Semenjak bulan pertama lulus, sudah puluhan lamaran aku masukan ke berbagai sekolah ataupun perusahaan. Dari sekolah berbagai jenjang, sekolah negeri maupun swasta sudah aku coba. Dari mulai perusahaan swasta, BUMN, sampai perusahaan kecil sudah pernah aku lamar. Panggilan demi panggilan telah aku datangi, berbagai jenis rekrutmen test sudah pernah aku lalui. Dulu, anti sekali dengan yang namanya test kepribadian, psikotes, DISC, dan lain-lain. Semua itu terasa asing bagiku, maklum dari SD hingga kuliah, aku tidak pernah mengikuti tes seleksi masuk ke sekolah yang menggunkan tes psikotes atau test kepribadian. Sempat menyesal awalnya, kenapa dulu aku tidak mempelajari soal-soal demikian? Sampai pada akhirnya menghadapi tes masuk kerja seperti sekarang, semuanya serasa tercecer. Aku gagal berkali-kali dalam tes psikotes atau tes CPNS. Tapi ya sudah, semua yang berlalu tidak mungkin bisa terulang, aku hanya bisa memanfaatkan waktuku sekarang untuk belajar menghadapi tes selanjutnya.
Selang waktu berjalan, panggilan demi panggilan terus berdatangan. Berbagai rekrutmen proses aku jalani di berbagai tempat, sampai rasanya jarak Solo ke Jogja hanya butuh waktu 15', saking seringnya ke stasiun Solo Balapan - Lempuyangan. Belum jadi job seeker kalau belum ikutan Job Fair, udah lebih dari 5x kayaknya ikutan job fair, dari yang paling deket sampe yang luar kota, dari yang online sampai offline. Pernah merasa ingin menyerah, berpikir kalo ijazah S1 gak berguna, dan semua pengalaman yang aku punya ketika kuliah rasanya gak ada yang bisa bantu aku untuk mendapatkan pekerjaan. Sampai pernah mikir, apa iya jaman sekarang kalo gak punya 'link' orang dalem bakalan susah dapet kerja? apa iya bakal nganggur sampe bertahun-tahun? Atau mending nerusin sekolah saja biar ada yang dikerjakan? toh ada beasiswa dari kampus.
Semua pemikiran itu berkecamuk sampai berbulan-bulan, rasa stress yang berlebihan sampai hampir frustrasi juga dialami aku selama berminggu-minggu. Tapi Alhamdulillah, berkat dukungan orang sekitar, terutama Mama dan para temen-temen dekat, sampai sekarang masih bisa bertahan, walaupun belum dipercaya mendapat pekerjaan tetap sama Allah, tapi aku yakin pasti akan ada waktu yang tepat untuk aku mendapatkan yang terbaik.
Setelah ini aku bakal ceritain perusahaan mana aja dan gimana tesnya di blog ini, tentang cerita dan petualangan aku dalam mencari pintu rezeki yang memang terbuka untuk aku.
Jangan pernah menyerah, selama masih ada kesempatan, kenapa tidak kita coba? Bukan kah Allah berjanji akan mengabulkan doa setiap hambaNya? Tentunya selama kita percaya dan selalu berusaha.




Much Love,

Fitri Achriyanti